MOHON MAAF BILA ADA HILAF
SAUDARAKU
1 Syawal 1435 Hijriyah – Waktunya istirahat setelah sebulan sebelumnya penuh untuk beribadah – Itu harapan saya
Mungkin jarang yang seperti aku inginkan yaitu tanggal 1 Syawal adalah waktu untuk mulai istirahat penuh, istirahat setelah sebulan sebelumnya penuh untuk ibadah. Jarang tidur karena malamnya terbangun, badan lelah dan letih setelah i’tikaf penuh di masjid.
Tetapi aku masih segar bugar karena tidak i’tikaf, bahkan berusaha untuk kuat dalam perjalanan mudik. Lelah dan letih malah aku gunakan untuk berjuang melawan malam dan macet untuk membawa kendaraan pulang. Dan masih nyaman dengan kasur menunggu waktu untuk sahur.
Dan tanggal 1 Syawal ini aku masih segar bugar berkeliling bersilaturahmi ke rumah-rumah saudara. Satu sisi ada rasa bahagia dan seneng bisa bertemu dengan saudara dan teman. Tetapi sepertinya ini bukan yang aku harapkan dan cita-citakan. Masih ada perasaan gundah dan tidak puas.
Aku ingin seperti para sahabat dulu yang benar-benar menghabiskan bulan ramadhan untuk beribadah siang dan malam. Sedih ketika bulan ramadhan berakhir, takut kalau tidak bisa lagi bertemu dengan ramadhan berikutnya.
Doktrin hari lebaran adalah hari kemenangan dan hari kebahagiaan sepertinya memang sukses membuat kaum muslimin terlena untuk bahagia meninggalkan bulan ramadhan. Doktrin lebaran adalah waktu yang pas buat bersilaturrahmi kepada orang tua dan saudara sepertinya sukses menghilangkan nilai dan kesan silaturrahmi sehari-hari.
Mungkin keinginanku sekarang adalah hal yang aneh karena pasti akan dianggap nyleneh. Pasti nanti kesannya “hari raya koq istirahat di rumah” atau “hari raya kan saatnya merayakan kemenangan”…. Padahal dulu sahabatpun merasa khawatir kalau amal ibadahnya tidak diterima oleh Allah SWT… tetapi doktrin sekarang benar-benar membuat orang merasa nyaman dan yakin…
Berharap padi dalam lesung
yang ada cuma rumpun jerami
harapan hati bertatap langsung
cuma terlayang e-mail / sms ini
sebelum cahaya surga padam
sebelum hidup berakhir
sebelum pintu tobat tertutup
sebelum Ramadhan datang
saya mohon maaf lahir dan bathin…
Matahari berdzikir, angin bertasbih,
dan pepohonan memuhi keagungan-Mu
semua menyambut datangnya Seribu Bulan
selamat datang Ramadhan
selamat beribadah puasa
mohon maaf lahir dan bathin
dan pepohonan memuhi keagungan-Mu
semua menyambut datangnya Seribu Bulan
selamat datang Ramadhan
selamat beribadah puasa
mohon maaf lahir dan bathin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar